Cara Merawat Sepatu Heels biar Awet Dipakai Bertahun-tahun
Ada satu pemandangan yang sering kami temui di booth: pelanggan datang membawa heels kesayangannya yang rusak, padahal baru dipakai beberapa kali. Hampir selalu, masalahnya bukan di sepatunya — tapi di cara menyimpannya.
Heels itu sebenarnya tahan lama. Yang membuatnya cepat rusak biasanya hal-hal kecil yang tidak disengaja: dilempar ke lemari masih dalam keadaan lembap, ditumpuk dengan sepatu lain, atau dijemur di bawah matahari karena habis kehujanan. Semua itu bisa dihindari.
Mulai dari kebiasaan setelah dipakai
Jangan langsung masukkan heels ke kotak begitu sampai rumah. Diamkan dulu beberapa jam di tempat terbuka supaya keringat di bagian dalamnya menguap. Keringat yang terjebak itulah yang pelan-pelan melemahkan lem dan meninggalkan bau.
Setelah itu baru simpan — idealnya satu pasang satu dust bag atau kotak, jangan ditumpuk. Hak yang menindih sepatu lain semalaman saja sudah cukup meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang. Kalau lemarimu cenderung pengap, selipkan silica gel di dalam kotak; murah, dan kerjanya diam-diam menyelamatkan koleksimu.
Bahan beda, perlakuan beda
Ini yang paling sering keliru. Heels satin disikat seperti sepatu kets — seratnya rusak. Payet dilap pakai tisu basah — lemnya lama-lama lepas.
Patokannya sederhana. Bahan licin seperti kulit sintetis cukup dilap kain microfiber yang sedikit lembap. Satin dan kain disikat lembut searah serat, dan noda basah ditepuk dengan kain kering, jangan digosok. Untuk payet, kristal, dan glitter: lap kering atau kuas halus saja, sejauh mungkin dari air.
Satu lagi yang jarang dicek: sol bawah. Kerikil kecil yang menyangkut di sol, kalau dibiarkan, membuat sol aus tidak rata. Luangkan sepuluh detik untuk mencungkilnya.
Dengarkan bunyi hak kamu
Tip hak — karet kecil di ujung hak — adalah bagian yang paling cepat habis, dan untungnya paling murah diganti. Tandanya jelas: kalau langkahmu mulai berbunyi "tek, tek" seperti logam beradu lantai, karetnya sudah habis dan paku di dalamnya yang sedang bekerja.
Jangan ditunda. Paku yang terus dipakai akan merusak batang hak, dan dari situ biayanya jadi tidak lucu. Ganti tip hak di tukang sol harganya tidak seberapa; ganti hak patah bisa lebih mahal dari setengah harga sepatunya.
Beri jeda
Sepatu yang dipakai setiap hari tidak sempat "pulih" — busa dan bahannya butuh waktu kembali ke bentuk semula. Kalau heels adalah bagian dari seragam harianmu, dua pasang yang dirotasi akan jauh lebih awet daripada satu pasang yang diforsir. Banyak pelanggan kami menyiasatinya dengan satu hak rendah untuk harian, misalnya Edith yang 3cm, dan satu yang lebih tinggi seperti Sophia khusus acara.
Terakhir, dua pantangan klasik: jangan jemur heels di matahari langsung (warna pudar, bahan getas), dan kalau kehujanan, keringkan alami dengan diisi kertas — bukan hair dryer.
Dirawat begini, heels yang bagus bisa menemani bertahun-tahun. Dan kalau kamu sedang mencari pasangan baru yang layak dirawat selama itu, koleksi Heels Wanita kami selalu diperbarui — atau mampir langsung ke booth Red Wine di Thamrin City, siapa tahu jodohnya ketemu di sana.
